Senin, 30 Juni 2014

Suatu hari Musibah itu . . . . (By: Mamah)

17 Maret 2013 : Minggu Sore
              Anak - anakku tercinta.
              Si Lundi lagi main PS
              Si Leli biasa mainan ma Wina
              Si Lutfi pukul 3 sore
di kasi kedelai mateng . . . kematengen dari Fatkur: si Mamah bingung . . . soale ngasi kok ga kira2 "sak baskom bok" Lutfi minta dibikinin susu dele, Mamah bikin separo.
- Lutfinya bikin mie kare yang super duper medok . . .
- tidur bentar.
- habis itu lari2 kemana yaaa . . . kemanaaa gitu n biasa diajak Ngger.

Jam 5 sore pulang2 bilang:

"Mamah, aku capek soale keliling lapangan 8X putaran" nyeker lagi"
"Mah . . . minta 2000 Mah"

Pikirku (Si Mamah) Ia capek eh mau beli es kali . . . ya dah si Mamah nyuruh minta ke Papah yang lagi asyieeek . . . nyuci pacar ke 3 alias motor. Yus  si Mamah mandi Papah bikin makan malam (apa coba: tahu goreng sama sambel dulit | special banget kan).


Eh tiba2 ada kabar bagai disamber petir 100.000 watt: Mirza kecelakaan dibawa ke Mardi Rahayu.

Masya Allah, kaya apa perasaan Mamah & Papah . . . . Si Papah bingung harus gimana, kemana, . . . ngapain hhhhh.

Si Mamah nangis - nangis piye - piye.

Akhire dengan kecepatan full body power gas kenceng motor spin di bawa berlari ke Rumah Sakit . . .
Si Mamah udah nangis terus di jalan.

Btw: pe rumkit UGD: terlihatlah si Abang Mirza Lutfi terbaring dengan muka penuh luka berdarah darah.


njeritlah Si Mamah
Ya Allah, Astaghfirullah . . . . !!!
Selamatkan anakku tercinta ya Allah . . . !!
hanya itu yg terucap ber kali2

1 Jam kemudian temen2 Mirza datang
- Fatkur
- Edu
- Ardi
- Ardin
- Hasan
- Wahyu
- Fajar
- Mas Asep
- Mbak Midah
- etc

Sebelumnya: Om Oki n mas Ardi yg katanya tau Si Lutfi di bopong2 ke sebuah truk Masya Allah . . . Anakku . . .


Tapi sangat terimakasih buat mas Heri yg tahu Si Lutfi tergeletak pingsan, mau menolong, membawa, memangku sampai ke UGD.

makasih mas Heri dan mbak Novi . . .
Maaf gak bisa bales apa2 smoga mas Heri dapat limpahan barokah dari Allah SWT. Amin.

Lanjut . . .

waktu menunjuk pukul 8: Mirza harus CT Scan & Rontgen Paru2 persyaratan utama dalam kecelakaan . . .
Anakku yaang udah kedinginan, kesakitan . . .
sabar ya sayang . . .

di Rontgen sendirian

di CT Scan di angkat ma Fatkur Ardi n Edu juga lalu sendirian
Lalu masuk ke kamar perawatan Kana 2 ssst klas II -> kehabisan kamar jadi sekamar ber4 . . . ya udah yang penting Si Lutfi bisa dirawat aja . . .

Dokter Hadi datang membawa ketegangan

Hasil CT Scan: tidak ada gegar otak
                        tidak ada pendarahan
                        hanya perlu dijahit sana - sini.
Hasil Rontgen: tidak ada benturan dada dan tidak ada luka dalam

Alhamdulillah . . . ya Allah.


Habis itu menunggu yang membosankan Lutfi masuk ruang operasi jam 9.30, keluarnya . . . jam 1.30 malem.


Aduh nak menunggumu sendirian yaa

Lalu anak2 sebagian pulang, tinggal: Edu, Ardin, Ardi, dan Fatkur menunggu sampai selesai jaitnya, Trima kasih anak2.

N Bapak2 seRT jam 11 malem ikut datang menjenguk

- P Katmo
- P Udin
- P Haryadi
- P Bambang
- P Agung
- P Isa
- P Cipto
- P Ruhadi

Trima kasih Bapak2


yus: Anak2 pulang Mamah nitip P Noval yaa


Si Papah pulang ambil mobil pe Rumkit jam 3 . . . tidur bentar . . . tapi ga bisa . . .

So Adzan subuh Si Mamah Pulang harus ngurus Si Lundi n Leli blet sekolah . . .

18 Maret 2013 Senin

                         Hakikat dari datangnya Musibah.
Rasa badan sakit semua, Muka tak berbentuk Benjol2 di kepala
Mata sebelah kiri ditutup perban dengan luka yang selalu mengeluarkan cairan lengket . . .
Mata kanan ikut2an mengeluarkan cairan kaya orang belekan "rasane ngganjel ugh !"
Dada memar beset - juga pundak kiri.
Jari2 juga di perban penuh luka berlobang
ngeriiiii . . .  . .
Lutut kanan juga luka lecet . . .

Apa yang dirasakan apakah bisa membuat penyesalan . . . ??

Mulut bengkak seperti cucuknya donald duck. Resikonya gak bisa memasukkan makanan alias ga bisa mangap . . . yus maemnya bubur bayi cair disedoti.

Siang: di tengok tante Sofi
Malemnya tante Anis karena sekalian mriksakan salwa yang kena gejala awal DB

Sore: Om yani sama Om Didik

19 Maret 2013 Selasa
                              Menuai sengsara

Mata sangat lengket susuah terbuka karena cairan yang masih juga keluar.
Bibir juga ikut mengatub ga bisa terbuka . . .
Kalau tiba saat pembersihan luka . . . perihnya ya Allah . . . rasanya tidak tertahankan . . . Pakai baju juga cuma sebelah soalnya kemarin luka didada menempel di baju . . . susah kalau mengering lukanya . . . .
Pembersihan menggunakan cairan infus NaCL. Lalu di olesi saleb yang bikin luka2 malah berbentuk mengerikan . . .

Kalau pipis sambil berbaring, susuah banget pengin bangun kepala sangat pening, Tensinya jadi naik 140/80.
darah tinggi beeeuuugh . . . !!
Belum suhu badan ikut naik 38,5derajat C

disuntik Anti Biotik
              Vit C dosis tinggi dan anti nyeri . . .
suntikan lewat lobang infus rasanya "ora enak" waktu cairan itu mengaliri

( Selasa siang ditengok: Mamah Edu n Bu Heri
Terus temen2 Papah: banyak banget
Sore: Tante Tini, Te Yani, Te Umi, Bu Lastri, Tante Nink & Om Andreas
Malemnya temen Papag Pak Yayak 7 Istri)

20 Maret 2013 Rabu
                                   Menuju Kebaikan


Akhirnya saat pembersihan tiba memaksa mata harus dibuka . . . Sudah 1,5 tissue gulung dihabiskan.
Dan terbukalah semua . . . walau kadang mengganjal dan tidak jelas . . .

Dokter datang mengijinkan pulang . . . tapi si Papah menundanya karena melihat luka2 yang masih cukup mengkhawatirkan apabila terkena udara luar . . .

ya udah tertunda.
Menu masih sama bubur bayi dicairin kemaren jus pepaya: ga doyan tapi kali ini jus semangka: ga enak juga, akhire cuma susu, teh, sirup n bubur bayi yang mengaliri tubuhmu . . . juga di tambah energen.

pipis udah bisa berdiri n pup di kamar mandi walau rasanya jalan ke WC terpincang2 n melayang serta malu karena jadi tontonan orang . . .

(Siang Temen2 sekul SMA Al Ma'ruf
Sama Bu Rini wali kelas dan Bu Is (Bu Martono)
Sore Vita sama Utiya.)

21 Maret 2013 Kamis
                                  Belajar memahami arti dari sebuah kejadian
Pagi hari diawali dengan memelekkan mata lalu sibin . . . pake minyak wangine Mamah infus dah dilepas . . .dan makan happytos sama teh anget . . .
yus e'ek . . . n crita - crita sama Mamah: saat sebelum jatuh mungkin sudah pingsan duluan . . .

Na yang nunggu biasanya Mama sama Papa . . . kali ini Leli sama Mama Soale Leli sudah ga betah klu gak nempeli Mamah . . .
(Pdhl Lundi juga pengin nempel Mamah tapi karena merasa udah gedhe jadinya yaa di tahan aja)

(Malem: Rombongan Pengajian Remaja Masjid kurang lebih 25 anak
Bu & Pak Sulis
Siang juga ada: Bu Ilham, Tante Ria, dan Tante Anis (Mama Bela)

Rabu, 04 Juni 2014

Yang Tidak Bisa Dikatakan Seorang Ayah


Adakalanya, bagi seorang anak yang sedang bekerja diperantauan, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..

Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap Hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja Dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu Dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Ayah biasanya mengajari putra-putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda Bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.....

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, Dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta  mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, Kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! Kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan Dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, Dan Ayah bersikap tegas Dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Ayah, Dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu Dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya Dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, Dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, Dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putra-putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras Dan Ayah memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
"Bahwa putra-putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah"

Setelah Lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Ayah tetap tersenyum Dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah

Ketika kamu menjadi seorang yang dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Ayah harus melepasmu di stasiun/terminal/bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, Dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Mama Dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air Mata di sudut matanya, Dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT.....kuat untuk pergi Dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester Dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta mainan baru, Dan Ayah tahu IA tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri Dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga Dan puas melihat "putra-putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, Dan telah menjadi seseorang"

                                                                  (untuk cewek)

Dan akhirnya.....

Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di Hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, Dan menangis?
Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Ayah telah menyelesaikan tugasnya....

Ayah, Abi, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..