17 Maret 2013 : Minggu Sore
Anak - anakku tercinta.
Si Lundi lagi main PS
Si Leli biasa mainan ma Wina
Si Lutfi pukul 3 sore
di kasi kedelai mateng . . . kematengen dari Fatkur: si Mamah bingung . . . soale ngasi kok ga kira2 "sak baskom bok" Lutfi minta dibikinin susu dele, Mamah bikin separo.
- Lutfinya bikin mie kare yang super duper medok . . .
- tidur bentar.
- habis itu lari2 kemana yaaa . . . kemanaaa gitu n biasa diajak Ngger.
Jam 5 sore pulang2 bilang:
"Mamah, aku capek soale keliling lapangan 8X putaran" nyeker lagi"
"Mah . . . minta 2000 Mah"
Pikirku (Si Mamah) Ia capek eh mau beli es kali . . . ya dah si Mamah nyuruh minta ke Papah yang lagi asyieeek . . . nyuci pacar ke 3 alias motor. Yus si Mamah mandi Papah bikin makan malam (apa coba: tahu goreng sama sambel dulit | special banget kan).
Eh tiba2 ada kabar bagai disamber petir 100.000 watt: Mirza kecelakaan dibawa ke Mardi Rahayu.
Masya Allah, kaya apa perasaan Mamah & Papah . . . . Si Papah bingung harus gimana, kemana, . . . ngapain hhhhh.
Si Mamah nangis - nangis piye - piye.
Akhire dengan kecepatan full body power gas kenceng motor spin di bawa berlari ke Rumah Sakit . . .
Si Mamah udah nangis terus di jalan.
Btw: pe rumkit UGD: terlihatlah si Abang Mirza Lutfi terbaring dengan muka penuh luka berdarah darah.
njeritlah Si Mamah
Ya Allah, Astaghfirullah . . . . !!!
Selamatkan anakku tercinta ya Allah . . . !!
hanya itu yg terucap ber kali2
1 Jam kemudian temen2 Mirza datang
- Fatkur
- Edu
- Ardi
- Ardin
- Hasan
- Wahyu
- Fajar
- Mas Asep
- Mbak Midah
- etc
Sebelumnya: Om Oki n mas Ardi yg katanya tau Si Lutfi di bopong2 ke sebuah truk Masya Allah . . . Anakku . . .
Tapi sangat terimakasih buat mas Heri yg tahu Si Lutfi tergeletak pingsan, mau menolong, membawa, memangku sampai ke UGD.
makasih mas Heri dan mbak Novi . . .
Maaf gak bisa bales apa2 smoga mas Heri dapat limpahan barokah dari Allah SWT. Amin.
Lanjut . . .
waktu menunjuk pukul 8: Mirza harus CT Scan & Rontgen Paru2 persyaratan utama dalam kecelakaan . . .
Anakku yaang udah kedinginan, kesakitan . . .
sabar ya sayang . . .
di Rontgen sendirian
di CT Scan di angkat ma Fatkur Ardi n Edu juga lalu sendirian
Lalu masuk ke kamar perawatan Kana 2 ssst klas II -> kehabisan kamar jadi sekamar ber4 . . . ya udah yang penting Si Lutfi bisa dirawat aja . . .
Dokter Hadi datang membawa ketegangan
Hasil CT Scan: tidak ada gegar otak
tidak ada pendarahan
hanya perlu dijahit sana - sini.
Hasil Rontgen: tidak ada benturan dada dan tidak ada luka dalam
Alhamdulillah . . . ya Allah.
Habis itu menunggu yang membosankan Lutfi masuk ruang operasi jam 9.30, keluarnya . . . jam 1.30 malem.
Aduh nak menunggumu sendirian yaa
Lalu anak2 sebagian pulang, tinggal: Edu, Ardin, Ardi, dan Fatkur menunggu sampai selesai jaitnya, Trima kasih anak2.
N Bapak2 seRT jam 11 malem ikut datang menjenguk
- P Katmo
- P Udin
- P Haryadi
- P Bambang
- P Agung
- P Isa
- P Cipto
- P Ruhadi
Trima kasih Bapak2
yus: Anak2 pulang Mamah nitip P Noval yaa
Si Papah pulang ambil mobil pe Rumkit jam 3 . . . tidur bentar . . . tapi ga bisa . . .
So Adzan subuh Si Mamah Pulang harus ngurus Si Lundi n Leli blet sekolah . . .
18 Maret 2013 Senin
Hakikat dari datangnya Musibah.
Rasa badan sakit semua, Muka tak berbentuk Benjol2 di kepala
Mata sebelah kiri ditutup perban dengan luka yang selalu mengeluarkan cairan lengket . . .
Mata kanan ikut2an mengeluarkan cairan kaya orang belekan "rasane ngganjel ugh !"
Dada memar beset - juga pundak kiri.
Jari2 juga di perban penuh luka berlobang
ngeriiiii . . . . .
Lutut kanan juga luka lecet . . .
Apa yang dirasakan apakah bisa membuat penyesalan . . . ??
Mulut bengkak seperti cucuknya donald duck. Resikonya gak bisa memasukkan makanan alias ga bisa mangap . . . yus maemnya bubur bayi cair disedoti.
Siang: di tengok tante Sofi
Malemnya tante Anis karena sekalian mriksakan salwa yang kena gejala awal DB
Sore: Om yani sama Om Didik
19 Maret 2013 Selasa
Menuai sengsara
Mata sangat lengket susuah terbuka karena cairan yang masih juga keluar.
Bibir juga ikut mengatub ga bisa terbuka . . .
Kalau tiba saat pembersihan luka . . . perihnya ya Allah . . . rasanya tidak tertahankan . . . Pakai baju juga cuma sebelah soalnya kemarin luka didada menempel di baju . . . susah kalau mengering lukanya . . . .
Pembersihan menggunakan cairan infus NaCL. Lalu di olesi saleb yang bikin luka2 malah berbentuk mengerikan . . .
Kalau pipis sambil berbaring, susuah banget pengin bangun kepala sangat pening, Tensinya jadi naik 140/80.
darah tinggi beeeuuugh . . . !!
Belum suhu badan ikut naik 38,5derajat C
disuntik Anti Biotik
Vit C dosis tinggi dan anti nyeri . . .
suntikan lewat lobang infus rasanya "ora enak" waktu cairan itu mengaliri
( Selasa siang ditengok: Mamah Edu n Bu Heri
Terus temen2 Papah: banyak banget
Sore: Tante Tini, Te Yani, Te Umi, Bu Lastri, Tante Nink & Om Andreas
Malemnya temen Papag Pak Yayak 7 Istri)
20 Maret 2013 Rabu
Menuju Kebaikan
Akhirnya saat pembersihan tiba memaksa mata harus dibuka . . . Sudah 1,5 tissue gulung dihabiskan.
Dan terbukalah semua . . . walau kadang mengganjal dan tidak jelas . . .
Dokter datang mengijinkan pulang . . . tapi si Papah menundanya karena melihat luka2 yang masih cukup mengkhawatirkan apabila terkena udara luar . . .
ya udah tertunda.
Menu masih sama bubur bayi dicairin kemaren jus pepaya: ga doyan tapi kali ini jus semangka: ga enak juga, akhire cuma susu, teh, sirup n bubur bayi yang mengaliri tubuhmu . . . juga di tambah energen.
pipis udah bisa berdiri n pup di kamar mandi walau rasanya jalan ke WC terpincang2 n melayang serta malu karena jadi tontonan orang . . .
(Siang Temen2 sekul SMA Al Ma'ruf
Sama Bu Rini wali kelas dan Bu Is (Bu Martono)
Sore Vita sama Utiya.)
21 Maret 2013 Kamis
Belajar memahami arti dari sebuah kejadian
Pagi hari diawali dengan memelekkan mata lalu sibin . . . pake minyak wangine Mamah infus dah dilepas . . .dan makan happytos sama teh anget . . .
yus e'ek . . . n crita - crita sama Mamah: saat sebelum jatuh mungkin sudah pingsan duluan . . .
Na yang nunggu biasanya Mama sama Papa . . . kali ini Leli sama Mama Soale Leli sudah ga betah klu gak nempeli Mamah . . .
(Pdhl Lundi juga pengin nempel Mamah tapi karena merasa udah gedhe jadinya yaa di tahan aja)
(Malem: Rombongan Pengajian Remaja Masjid kurang lebih 25 anak
Bu & Pak Sulis
Siang juga ada: Bu Ilham, Tante Ria, dan Tante Anis (Mama Bela)
Karena keramahan di matamu dan kehangatan suaramu, karena kejujuran kata-katamu dan senyum diammu, karena hal-hal yang mempersamakan kita dan hal-hal yang memperbedakan dunia kita, karena keterbukaan pemikiran dan penerimaan hatimu, karena kelembutan sentuhanmu dan kekuatan komitmenmu, karena rasa humormu da keseriusan tujuanmu, karena ribuan alasan-alasan sepele dan satu hal yang terpenting dari semuanya... Adalah karena kau adalah dirimu.
Senin, 30 Juni 2014
Rabu, 04 Juni 2014
Yang Tidak Bisa Dikatakan Seorang Ayah
Adakalanya, bagi
seorang anak yang sedang bekerja diperantauan, yang sedang bersekolah atau
kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa
kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana
dengan Ayah?
Mungkin karena Mama
lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap Hari, tapi tahukah
kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu
kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja Dan dengan wajah lelah Ayah
selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu Dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu
masih seorang anak perempuan kecil......
Ayah biasanya
mengajari putra-putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Ayah
mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda Bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang
: "Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri
manisnya terjatuh lalu terluka.....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan
yakin akan membiarkanmu, menatapmu, Dan menjagamu mengayuh sepeda dengan
seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu
menangis merengek meminta mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Ayah akan
mengatakan dengan tegas : "Boleh, Kita beli nanti, tapi tidak
sekarang"
Tahukah kamu, Ayah
melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua
tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit
pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan
berkata : "Sudah di bilang! Kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama
yang memperhatikan Dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu
Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah
beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut
pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, Dan Ayah bersikap tegas Dan
mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa
Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah,
kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu
marah pada Ayah, Dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang
mengetok pintu Dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa
saat itu Ayah memejamkan matanya Dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat
ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Saat kamu mulai
lebih dipercaya, Dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah
untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan
Ayah adalah duduk di ruang tamu, Dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat
khawatir...
Dan setelah perasaan
khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putra-putri
kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras Dan Ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa
ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
"Bahwa putra-putri
kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah"
Setelah Lulus SMA,
Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa
seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan
masa depanmu nanti...
Tapi toh Ayah tetap
tersenyum Dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah
Ketika kamu menjadi seorang yang dewasa....
Dan kamu harus pergi
kuliah dikota lain...
Ayah harus melepasmu
di stasiun/terminal/bandara.
Tahukah kamu bahwa
badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum
sambil memberi nasehat ini - itu, Dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin
sekali menangis seperti Mama Dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan
hanya menghapus sedikit air Mata di sudut matanya, Dan menepuk pundakmu berkata
"Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Ayah melakukan itu
semua agar kamu KUAT.....kuat untuk pergi Dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh
uang untuk membiayai uang semester Dan kehidupanmu, orang pertama yang
mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha
keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang
lain.
Ketika permintaanmu
bukan lagi sekedar meminta mainan baru, Dan Ayah tahu IA tidak bisa memberikan
yang kamu inginkan...
Kata-kata yang
keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin
Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan
untukmu".
Tahukah kamu bahwa
pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu
diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang
pertama yang berdiri Dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum
dengan bangga Dan puas melihat "putra-putri kecilnya yang tidak manja berhasil
tumbuh dewasa, Dan telah menjadi seseorang"
(untuk cewek)
Dan akhirnya.....
Saat Ayah melihatmu
duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas
menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui,
di Hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, Dan menangis?
Ayah menangis karena
ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa....
Dalam lirih doanya
kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan
baik....
Putri kecilku yang
lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia
bersama suaminya..."
Setelah itu Ayah
hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang
untuk menjenguk...
Dengan rambut yang
telah dan semakin memutih....
Dan badan serta
lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Ayah telah
menyelesaikan tugasnya....
Ayah, Abi, Bapak,
atau Abah kita...
Adalah sosok yang
harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia
tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat
tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang
orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Langganan:
Komentar (Atom)