Jumat, 01 November 2013

Renungan Ibu



3 Februari 2011 pukul 16:56

 
Suatu ketika seoang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia
Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan
"Para malaikat disini mengatakan 
bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia
tetapi bagaimana cara saya hidup disana,
saya begitu kecil dan lemah". kata si bayi
Tuhan menjawab
"Aku telah memilih
satu malaikat untukmu.
Ia akan menjaga dan mengasihimu
"Tapi disurga,
apa yang saya lakukan
hanyalah bernyanyi dan tertawa,
ini cukup bagi saya untuk bahagia."demikian kata si bayi.
Tuhan pun menjawab.
"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu
setiap hari, dan kamu akan
merasakan kehangatan cintanya
dan jadi lebih berbahagia.
Si bayi pun bertanya kembali,
"Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya
ingin berbicara kepada-Mu?"
sekali lagi Tuhan menjawab.
"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa"
Si bayi pun masih belum puas.
ia pun bertanya lagi.
"Saya mendengar bahwa di bumi.
banyak orang jahat.
siapa yang akan melindungi saya?"
Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab
"Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun"
Si bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya.
"Tapi saya akan sedih karena tidak melihat Engkau lagi"
Dan Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku
dan akan mengajarkan bagaiamana agar kamu bisa kembali kepada-Ku.
walaupun sesungguhnya Aku selalu berada disisimu."
Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar
dan sangat anak dengan suara lirih bertanya,
"Tuhan jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahu
siapa nama malaikat dirumahku nanti?"
Tuhanpun menjawab.
"Kamu dapat memanggil malaikatmu......

IBU...
Kenanglah Ibu yang menyayangimu
Untuk Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi...
Ingatlah engkau, ketika ibumu rela tidur, tanpa selimut demi melihatmu
tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu
Ingatlah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu ?
Dan ingatlah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu
ketika ia melihatmu terbaring sakit?
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan
Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,
Ketika ibu telah tiada.........
Tak ada lagi yang berdiri di depan yang menyambut kita
Tak ada lagi senyuman indah...
Tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar  yang kosong tiada penghuninya.
Yang ada hanyalah baju yang di gantung dilemari kamarnya
Tak ada lagi dan Tak akan ada lagi
Yang meneteskan air mata mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya

Kembalilah segera....
Peluklah ibu
Yang selalu menyayangimu...
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu
dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya

Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar